Diduga Pemdes Pematang Lima Suku Selewengkan Dana Desa 2019
DIDUGA PEMDES PEMATANG LIMA SUKU SELEWENGKAN DANA DESA 2019
JURNALELIT.COM, BATANGHARI - Diduga praktik penyelewengan Dana Desa (DD) kembali terjadi di Kecamatan Muaratembesi Kabupaten Batang Hari, Setelah dugaan penyelewengan Dana Desa Rambutan Masam heboh di publik, kali ini kasus serupa terjadi di Desa Pematang Lima Suku.
Pemerintah Desa Pematang Lima Suku diduga melakukan penyelewengan dalam pengelolaan Dana Desa tahun 2019. Praktik yg melibatkan oknum perangkat desa ini dilakukan dengan berbagai modus, mulai dari penggelembungan anggaran, hingga manipulasi dokumen pertangung jawaban.
Berdasarkan penuturan narasumber berinisial LH, di tahun 2019 ini saja sedikitnya ada 4 kegiatan fisik yang terindikasi penyelewengan. Sebut saja pembangunan jalan usaha tani di sejumlah titik, yang menelan anggaran ratusan juta rupiah. Penyelewengan ini ditemukan pada dokumen pertanggungjawaban (SPJ) terkait upah pekerja dan kwitansi belanja barang.
"Dari data yang Kami peroleh, absensi pekerja banyak dimanipulasi. Mulai dari tanda tangan pekerja yang palsu, hingga jumlah pekerja yang digelembungkan," ungkap LH.
Kecurangan lainnya terkait pelaksanaan kegiataan yang diduga menyimpang dari perencanaan. Pembangunan jalan setapak yang seharusnya menggunakan pasir urug dalam pelaksanaanya tidak menggunakan pasir urug.
"Pasir urug itu dianggarkan dalam RAB, tapi kenyataannya di lapangan mereka langsung cor saja, Kami punya bukti kok," ungkapnya lagi.
LH menambahkan, praktik ini berlangsung sejak tahun 2017 hingga 2019. Menurutnya masyarakat sudah pernah mengklarifikasi persoalan ini, namun oknum perangkat Desa berinisial JL terkesan menghindar dan malah arogan. HL sendiri rencananya akan melaporkan masalah ini ke Kejati Jambi, Polda, dan Satgas Dana Desa.
"Itu ketua TPK nya mana mau transparan, ditanya malah marah, padahal kan Dana Desa itu harus dikelola dengan baik," ujar LH.
Sementara itu kades Pematang Lima Suku Amrizal saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui ikhwal dugaan penyelewengan Dana Desa yang dilaporkan warganya.
"Sayo nak komunikasi dulu dengan Tim Pelaksana Kegiatannyo bang," kata Amrizal singkat, kamis (22/08)2019).
Kades Pematang V Suku Ijal mengatakan, pembangunan jalan usaha tani hingga saat ini sedang berjalan. Pembangunan dilaksanakan sesuai aturan, namun jika terdapat diluar aturan yang ada belum diketahui.
" Karena sayo dag setiap hari kelapangan, kalau memang tidak sesuai dengan aturan kami sudah menyebutkan sebelumnya," Tutupnya.
Sementara itu, JL sendiri saat dikonfirmasi awak media tidak berada ditempat dan awak mediapun mencoba mengkonfirmasi melalui Handpone, JL mengaku sedang dalam perjalanan.
" Maaf saya lagi di jalan menuju bulian" jawabnya singkat.(TIM)

Post a Comment